Thursday, August 15, 2013
15 Agustus: Hari St. Tarsisius, Santo Pelindung Misdinar
Berikut ini cerita singkat Santo Tarsisius:
Pada masa itu agama Katolik kayak dilarang gitu jadi penganutnya harus diam-diam merayakan ekaristi. Suatu hari Tarsisius memberanikan diri untuk nganterin Hosti untuk orang-orang Katolik yang dipenjara karena katanya mereka rindu menyambut Tubuh Kristus, tapi imam sendiri mukanya udah terkenal jadi bisa gawat kalo beliau yang nganterin. Jadi Tarsisius mengajukan diri soalnya karena dia kecil kan juga jadinya gak mencurigakan.
Dalam perjalanan, Hosti itu disembunyiin dalem baju, tapi trus temen-temennya yang bukan Katolik ngeliat Tarsisius yang gerak-geriknya mencurigakan seperti menyembunyikan sesuatu. Lalu mereka mengepung Tarsisius dan mengancam supaya Tarsisius ngasih liat apa yang diumpetin.
Singkat cerita Tarsisius dibully tapi dia tetep bertahan melindungi Hosti tersebut sampe sekarat. Dia sempet diberi perawatan tapi akhirnya meninggal juga.
Kurang lebih begitu ceritanya. Kalo mau lebih lengkap silakan google sendiri :D
Santo Tarsisius, seorang Martir 'kecil' dengan iman yang besar, harus mati karena melindungi iman dari godaan teman seumurannya. Jaman sekarang pun setiap hari mungkin kita harus terus melindungi iman kita dari orang-orang sekitar kita, malah mungkin dari teman kita sendiri seperti kisah Santo Tarsisius. Akan jadi pertanyaan kalo kita sendiri gak tau iman apa yang kita lindungi.
Kita hidup di masa damai. Memang masih ada ancaman 'kecil' sebagai golongan minoritas. Mungkin juga konsekuensi iman kita gak separah jaman Santo Tarsisius yang sampe harus mati. Tapi menurut gw masa seperti ini yang menjadi bahaya karena kita akan menjadi lebih rileks yang menyebabkan 'pertahanan iman' kita menghilang.
Gw bukan bicara tentang mempertahankan supaya kita tetap beragama Katolik karena beragama bukan berarti beriman.
Berapa banyak orang beragama tapi gak beriman?
Berapa banyak orang merayakan ekaristi tapi 'gak percaya' akan kehadiran Tuhan dalam wujud roti kecil?
Berapa banyak orang beragama yang selalu berkompromi dengan dosa, bahkan mencari-cari celah dari kebenaran?
Gw banyak menemukan orang yang setengah-setengah menjalani agama menganggap ajaran agama seperti peraturan tata tertib sekolah yang boleh dilanggar kalo gak ketahuan.
Ngomong-ngomong soal tata tertib sekolah, selama SMA gw selalu dapet nilai A untuk sikap karena gw gak pernah melanggar aturan......dan ketahuan. huehuehue. Gw jago menyelamatkan diri dari aturan karena gw tau semua daftar pelanggaran jadi gw bisa mencari celah.
Saat gw gak melihat aturan sekolah itu berguna, bahkan aturan itu cuma karena sekolah gak suka liat muridnya seneng, saat itu pula fokus gw bukan melihat nilai dibalik aturan melainkan cuma supaya gak ketauan melanggar dan dapat nilai A untuk sikap dan keliatan jadi anak baik.
Sama kayak aturan berkendara di jalan raya akhirnya banyak dilanggar karena orang gak peduli lagi kenapa aturan itu dibuat. Aturan di jalan sebenarnya dibuat supaya tingkat kecelakaan berkurang, tapi sebenernya ngelanggar-langgar dikit gak kenapa-kenapa koq. Tapi dari melanggar dikit-dikit gak kenapa-kenapa akhirnya jadi kebiasaan. Selama gak ada polisi kenapa gw harus nurut aturan lalu lintas.
Sama dengan aturan dan perintah agama. Gw menemukan bahwa aturan agama Katolik semua punya maksud dan tujuan. Bukan dibuat untuk menyusahkan ato cuma aturan belaka. Tapi saat orang gak lagi peduli akan nilai dibalik aturan, maka niat untuk taat gak lagi ada, yang ada malah mencari pembelaan.
Misal contoh paling gampang: pornografi dan masturbasi yang katanya dosa, tapi orang-orang akan beralasan: daripada gw perkosa orang mending gw masturbasi aja. Toh gak merugikan siapa-siapa. Bahkan pake bawa-bawa alasan secara medis kalo masturbasi itu baik untuk kesehatan bla-bla-bla. Padahal kalo ditarik kebelakang, kebohongan seksual itu merupakan penyebab awal manusia jatuh dalam dosa (berdasarkan Teologi of the Body tapi karena gw bukan ahlinya jadi gw gak mau sok-sok ngejelasin)
Kembali soal iman, apakah kita punya iman? Ataukah kita cuma menjalankan ajaran agama secara buta dan fanatik tanpa mengerti sama sekali akan iman kita? Banyak orang Katolik yang gw kenal akan sangat tersinggung kalo agama, atau Tuhannya disinggung. Tapi ditanya soal ajaran agama gak tau. Bahkan masih cari-cari celah untuk dosa. Apakah itu iman?
Dari kisah Santo Tarsisius, bahkan seorang anak kecil pun tau arti suci dari Tubuh Kristus dalam rupa roti, bahkan rela melindungi roti itu dengan nyawanya. Masi adakah iman itu untuk masa kini terutama untuk generasi muda?
Sedikit curhat ya. gapapa donk ini kan blog gue! hahaha
sejak kecil gw sudah mencari kebenaran. Sejak kecil gw suka belajar alkitab. Dari SMP gw sudah ikut persekutuan doa orang-orang tua sendirian karena gw suka mendengar pembahasan tentang alkitab. Tumbuh sebagai anak yang 'freak' kayak gitu merupakan tantangan sendiri. Di saat anak seumuran gw cuma ke gereja seminggu sekali dan sehari-hari di sekolah nyontek, gw menjadi agak tersingkir dan dianggap makhluk langka. Pada saat itu gw bener-bener merasa kalo iman gw harus dilindungi mati-matian. Antara gw menjadi sama kayak anak-anak lain yang ke gereja seminggu sekali sambil maen hape, atau gw mendalami agama gw.
Dan yang lebih parah adalah, saat gw yang sudah dicap sebagai orang suci (bahasa yang lebih baik daripada sok suci) melakukan kesalahan maka akan menjadi bahan untuk menyerang gw. Katanya anak baik koq begitu. Ah percuma lu tiap hari ke gereja sendirinya masih begitu. Dan sejenisnya. Pasti taulah gimana.
Tapi menurut gw itulah iman. Semakin banyak gw mencari, semakin banyak gw menemukan, dan semakin gw sadar kalo hal itu gw tinggalkan maka gw akan rugi banyak.
Saat lu sudah mengetahui kebenaran, akan berasa bego banget saat lu menyangkal hal itu. Dan gw sering menyangkal kebenaran itu dan merasa bodoh, tapi gw akan selalu bangkit lagi karena dalam hati gw gak bisa menyangkalnya
ini kisahku? mana kisahmu?
Selamat Hari Santo Tarsisius untuk semua Misdinar di seluruh Dunia~!!!! God Bless Us!!!
Friday, July 26, 2013
Heaven's Biggest Secret!!!
Gw mau membagi suatu rahasia saat ini. Kemungkinan rahasia ini akan menggungcangkan tanah tempat anda berdiri saat ini. Rahasia yang jauh dari bagus untuk sebagian besar orang, dan sebagian kecil orang mungkin akan lega. Oh, btw rahasia ini khusus untuk umat Katolik. Untuk non katolik yg baca ini silakan dinikmati saja untuk pengetahuan.
Gw mendapat rahasia ini dari sumber yang terpercaya memahami ajaran katolik lebih dari orang awam. Kebanyakan dari anda yg baca pasti akan langsung memasang posisi defensif; gak terima dan akan mencari" cara untuk menentang hal ini. Bila anda salah satu dari orang ini tolong jangan hakimi saya. Saya hanya menyampaikan informasi yang terpercaya dan gw sendiri gak banyak tanya alasannya karena sebelum gw mendapatkan kebenaran ini, dalam hati gw sudah mengimani hal ini.
Sudah siap? Here we go!!!
The biggest secret of Catholic (probably): "Katolik TIDAK menganut sistem pahala/upah/dan sejenisnya....."
Fiuh....berat sekali untuk menulisnya. Gw merasa tanah sedikit terguncang tadi pas nulis itu (lebay :D)
Oke sekian. Bye...
Ngek...
Gw tambahin dikit deh. Jd maksudnya gk ada sistem upah artinya semua kebaikan yg kita lakukan ya cuma gitu aja. Gak akan berubah jadi "harta di surga".
Semua ajaran agama yg kita lakukan. Semua pelayanan yg kita jalankan. Smua persembahan, kolekte, sedekah, dan apa pun yg kita berikan gak akan membuat kita masuk surga. Gk akan menebus atau mengurangi dosa kita. Isn't that great?!!
Gw sih seneng denger hal itu. Biarpun hampir seumur idup gw melayani di gereja. Masa muda gw habis untuk Tuhan. Setiap saat gw mencari Tuhan dan kebenaranNya. Itu semua gk berubah menjadi harta surgawi. Kemungkinan kalo gw mati sekarang gw blm tentu masuk surga. Ato malah mustahil. Gk tau jg deh. Bkn gw yg nentuin. Hehehe...
Tapi percaya ato gk, gak pernah sedetik pun saat gw melayani, gw berpikir akan upah di surga. Gw hanya menikmati waktu yang gw gunakan untuk sibuk di gereja. Gw bersyukur gereja mau mengijinkan gw untuk aktif. Itu aja udah cukup. Gw gak peduli apakah pelayanan gw menjadi pahala (dan ternyata emang gak ada pahala xixixi)
Dan 1 hal lagi yang bikin gw seneng adalah karena ternyata Tuhan gw bukan Tuhan yang harus disogok. Bkn Tuhan yang gila hormat dan pujian, kalo gk dituruti siap" aja disamber petir.
Ya kira" begitu deh. Ternyata sistem di surga bukan reward and punishment. Entahlah sistem apa yang berlaku di sana. Bukan urusan gw. Urusan gw adalah di bumi XD
Semoga memberkati (y)
Enjoy your weekend. Gbu
You Have Power to Create Love
Menikah adalah kesalahan terbesar yang dapat dibuat oleh seseorang.
Memilih untuk menikah adalah ketidak-warasan tingkat tinggi, komitmen yang paling bodoh, keputusan yang paling tidak logis yang dapat dibuat oleh seorang manusia.
Katakan pada saya. Mengapa saya harus memberikan diri saya kepada satu wanita untuk seumur hidup saya - dan menolak 3,2 milyar wanita lain di dunia? Dan sepanjang hidup saya, saya akan bertemu seorang gadis yang lebih cantik, lebih pintar, lebih mempesona, lebih sexy, lebih kudus......
Jadi mengapa saya harus mengikat diri saya, secara permanen - dan menjalani penderitaan karena hanya mampu memandangi gadis-gadis cantik yang berlalu di depan saya?
Dan di negara-negara Barat, satu dari dua pernikahan berakhir dengan perceraian. Hal itu sungguh mengejutkan. Itu merupakan 50% kegagalan rata-rata yang menyedihkan. Saya tidak akan pernah membeli sebuah mobil, sebuah stereo, sebuah pencukur, atau bahkan penggunting kuku jika ada 50% kemungkinan barang-barang tersebut akan mogok. Saya pasti tidak akan melakukannya!
Dan mengapa bertahan dengan satu orang "dalam keadaan sakit atau sehat, dalam suka adau duka, hingga kematian memisahkan kita"? Apakah otak saya sudah tidak beres? Jika kemeja saya menjadi sempit karena saya terlalu banyak makan pizza, bukankah saya hanya perlu membuangnya dan membeli ukuran XL? (Akan tiba hari itu.) Dan jika komputer kuno saya ketinggalan jaman, bukankah saya hanya perlu mencari versi yang terkini?
Dan kemudian ada bencana yang disebut oleh beberapa orang "anak-anak". Maksud saya, apakah saya betul-betul ingin terbangun di tengah malam untuk melayani seorang tirani yang egois, botak, dan tidak bergigi? Apakah saya betul-betul ingin monster perusuh kecil memecahkan perabotan termahal di rumah saya? Apakah saya betul-betul ingin makhluk remaja terus-menerus berbicara di telepon selama enam jam, mendengarkan suara berisik yang mereka sebut musik yang anda percaya berasal langsung dari neraka dan keluyuran tanpa pemberitahuan, dan depresi karena makhluk remaja lain yang gila (alias pacar) belum menelpon selama 30 menit terakhir?
Mengapa saya harus melewati siksaan ini? Pernikahan adalah tidak waras.
Tapi beberapa tahun lalu,..................
Gw tutup kutipannya di situ karena menurut gw semua orang yang berpikiran mau menikah setidaknya harus bisa menjawab pertanyaan itu karena kalo nggak.......gawat deh pokoknya apalagi jaman sekarang cerai ky bukan hal tabu dan selingkuh udah jadi lifestyle
Have a Blessed day!
Saturday, July 20, 2013
highlight this week
Friday, July 12, 2013
Kriteria memilih pasangan
sebagai seorang cowo (gw cowo loh), hal yang pertama jadi perhatian sudah pasti penampilan luar. Ini tingkat paling dasar. Bahkan anak sekolah dasar pun sekarang pasti cari pacar dengan kriteria ini.
Penampilan emang gak bisa disangkal adalah hal pertama yang memancing perhatian kalo kita ketemu orang baru. Gw setuju sama kalimat "don't judge book by it's cover", tapi cover punya kekuatan untuk membuat orang tertarik mendekat dan melihat lebih jelas buku apa itu. Itulah gunanya designer mendesign cover buku. Cover buku yang jelek gw yakin jarang ada yang tertarik buat baca tulisan di belakangnya untuk tau kira-kira isinya bagus ato gak.
Seiring bertambahnya usia, penampilan semakin menipu. Baju, asesoris, model rambut, dan hal-hal sejenisnya bisa sangat mempengaruhi penampilan seseorang. Bahkan ada teknologi yang disebut make up sudah sangat canggih sehingga penampilan bisa diubah drastis dengan beberapa langkah. Jadi penampilan bukan lagi kriteria utama. Kebanyakan orang terutama cowo akan berkelit kalo kepribadian lebih penting daripada penampilan. Biarpun di beberapa kasus, cowo yang sudah berumur tetep mencari hanya dari penampilan dan trus sok-sokan menjelaskan kalo dia tertarik dari kepribadian, padahal mungkin itu dicari-cari dan dibuat-buat.
Setiap orang punya tipe masing-masing.
Ada yang suka cewe pendiam, ada yg suka cewe ceria
Ada yang suka cewe manja, ada yang suka cewe mandiri
Ada yang suka cewe feminim, ada juga yg lebih suka kalo sedikit sangar
Yang jadi permasalahan adalah kadang kala kriteria seseorang terlalu luas. Kalo ada aplikasi google untuk mencari cewe dengan cara masukin ciri-cirinya, gw yakin akan muncul jutaan cewe dengan kriteria itu.
Kriteria yang gw maksud misalnya, yang di atas: pendiam, bawel, manja, mandiri, judes, sopan, tomboy. Yang lain misalnya: seiman, jago masak, rajin, pinter, bisa maen alat musik, sayang anak-anak,dll
Kriteria yang paling populer dan paling luas adalah: baik. Gw kenal banyak cewe dan cowo yang pas ditanya tipe cewe/cowo yang u suka pasti akan bilang "yang baik"
Setelah beberapa belas tahun gw menggeluti bidang ini dan mengadakan banyak riset, percobaan, dan evaluasi (????), gw menemukan suatu terobosan, yaitu gw membedakan ada 2 kriteria yang perlu diperhatikan dalam mencari jodoh. Pertama adalah kriteria sebagai manusia, dan kedua adalah kriteria sebagai diri sendiri (misalnya kalo gw berarti kriteria sebagai manusia dan kriteria sebagai Rio)
1. Kriteria Sebagai Manusia
Kriteria sebagai manusia adalah kriteria yang sangat luas. Kriteria yang merupakan kriteria dasar diri kita sebagai seorang manusia. Kriteria ini dibagi lagi menjadi 2, kriteria yang bisa dikompromi dan kriteria yang gak bisa dikompromi.
Kriteria yang gak bisa dikompromi adalah kriteria yang kalo 1 aja gak memenuhi sebaiknya jangan berpikir untuk dilanjutkan. Setiap orang harus punya kriteria ini dan biasanya merupakan hal yang sangat fatal misalnya bukan pecandu narkoba, gak psycho, bukan pembunuh, seiman (bagi beberapa orang, seiman sangat penting), dll.
Kriteria yang bisa dikompromi misalnya bisa masak, jago nyanyi, jago nari, dll. Tapi bisa aja bagi sebagian orang, kriteria yang bisa dikompromi merupakan kriteria yang gak bisa dikompromi bagi sebagian orang lain. misalnya ada yang menganggap seiman gk bisa dikompromi, tapi ada yang gak terlalu memusingkan hal itu.
Kriteria pertama ini biasa dipake sebagai kriteria utama orang nyari pasangan. Gw sendiri sampe terakhir masih pake kriteria ini. Buka kartu aja, kriteria gw yang terakhir adalah: Pinter nyari duit, suka sama anak-anak, dan deket sama Tuhan. Well, gw kan gak mencari manusia yang sempurna jadi 3 aja cukup :D
Konyolnya adalah ada milyaran cewe yang punya ketiga value itu. Trus gimana milihnya dari milyaran itu? kebanyakan orang akan milih yang ada ajalah. Ada juga yang selanjutnya dikembalikan ke kriteria fisik. Dan kebanyakan orang akan balik ke hati. Siapa yang bisa bikin gw deg-degan dan kehilangan akal sehat itu artinya cinta. Ada lagi yang memilih dengan menyanyikan lagu "minyak kayu putih digosok ke badan~" kekeke~
Namun sekarang gw menemukan ada 1 jenis kriteria lain yang lebih penting daripada kriteria pertama yaitu kriteria sebagai Rio (ganti nama rio dengan nama anda sendiri)
2. Kriteria sebagai Rio (demi memudahkan pengetikan, gw sebut kriteria ini dengan kriteria sebagai Rio aja)
Manusia adalah makhluk yang unik. Biarpun gw dan lu sama-sama manusia, gw dan lu sangatlah berbeda. Banyak faktor yang membentuk seorang Rio. Lingkungan, pergaulan, latar belakang, keluarga, pendidikan yang diterima, bakat, minat, nila-nilai kehidupan, cara berpikir, dst; semuanya saling mempengaruhi dan membentuk 1 makhluk yang bernama Rio.
Sebagai makhluk yang unik dan spesifik, tentu saja setiap dari kita juga memiliki kriteria yang lebih spesifik. Misalnya: jodoh gw adalah orang yang dapat mendorong gw mencapai tujuan hidup gw. Karena tujuan hidup setiap orang sangat spesifik, jadi akan lebih sedikit cewe yang memenuhi kriteria ini, terutama karena salah satu tujuan hidup gw adalah merubah dunia dengan film. Sudah pasti cewe-cewe yang lebih tertarik dengan cowo yang lebih normal, kerja kantoran, jam kerja jelas, pasti gk lolos kriteria ini.
Beberapa tahun yang lalu gw pernah menjadi panitia dari sebuah seminar di gereja tentang mencari pasangan hidup. Saat itu romo moderator gw cuma kasih 1 tips yaitu carilah pasangan hidup yang sepadan. Buat gw saat itu konyol masak begitu doank. Sepadan apanya? tinggi badan? pendidikan? iman?
Sekarang gw baru mengerti maksudnya mencari yang sepadan. Selain sepadan sebagai manusia, harus juga sepadan sebagai Rio! (errr.....)
Maksudnya adalah jodoh gw adalah orang yang bisa mengimbangi gw. Cara berpikir gw, tujuan hidup gw, minat gw, gaya hidup gw. Dan sebaliknya gw jg harus sepadan dengan dia. Hal ini bukan berarti gw mencari cewe yang semuanya sama kayak gw, cuma Rio berambut panjang dan berjenis kelamin perempuan. Setidaknya seseorang yang menganggap Rio sebagai suatu makhluk yang berharga. Tapi bukan berarti gw lagi curhat mencari jodoh yak. Setiap orang yang baca harus mengganti kata Rio dengan namanya sendiri dan kalian pasti sadar kalo hal itu sangat penting dan sulit untuk ditemukan.
Namun hal ini akan sulit bila seseorang belom mengerti dirinya sendiri. Kalo Rio sendiri gak tau sebenernya Rio itu makhluk apa.
Orang yang belum tau bakat dan minatnya. Orang yang gak tau value dirinya sendiri. Orang yang gak tau tujuan hidupnya, ato tujuannya cuma sukses dan jadi kaya.
Gw suka bilang sama pasien gw "kalo lu gak tau diri u sendiri, tujuan hidup u. Lu mau kawin sama siapa aja gak masalah"
Coba bayangkan kalo tujuan hidup Rio adalah: punya usaha sendiri, sukses, kaya. Berapa banyak cewe yang akan mendukung Rio mencapai tujuannya? BANYAK! Karena itu adalah tujuan hidup yang ditanamkan oleh dunia. Patokan kesuksesan adalah uang. Jadi banyak orang tersesat dan menjadikan itu sebagai tujuan akhir hidupnya.
Atau misalnya orang yang gak tau bakatnya sendiri. Dia gak akan memusingkan mau sama siapa. Tapi kalo orang yang menyadari talentanya maka pasangan sedikit banyak mempengaruhi hal tersebut.
Misalnya gw gak suka dancer, jadi kalo gw punya cewe seorang dancer gw gak akan terlalu berminat sama bakatnya dan hal itu bisa mengurangi semangat dirinya untuk mengembangkan bakat itu karena pacarnya gak terlalu tertarik. Mungkin gw bisa berusaha tertarik, tapi hal itu akan berbeda kalo dia punya pacar yang tidak anti sama dancer.
Kesimpulannya adalah, kalo kita cuma punya 1 kriteria, yaitu kriteria sebagai manusia maka pilihan masih akan terlalu banyak dan terlalu random. Untuk itulah perlu kriteria kedua yaitu kriteria sebagai Rio. Kriteria ini sangat penting dan sedikit banyak sangat mempengaruhi eksistensi Rio. Hal terburuk adalah kehilangan si Rio karena pacar yang tidak sepadan sehingga perlu banyak penyesuaian supaya langgeng. Mungkin harus dibuang "i" dan "o" nya jadi sudah tidak ada lagi Rio. Yang tersisa hanyalah R.
Bahkan dengan 2 kriteria tersebut, pilihan masih ada. Mungkin di dunia ini masih ada beberapa juta dari milyaran, dan yang akan kita temui selama hidup ada beberapa ratus saja. Tapi itulah Tuhan. Dia memberi kehendak bebas supaya kita bisa memilih 1 dari sekian ratus orang yang merupakan jodoh kita. Jodoh itu pun bukan berarti hubungan akan mulus-mulus saja. Jodoh kita pun adalah pribadi yang unik dan berbeda dari diri kita karena itu gesekan dan penyesuaian akan tetap terjadi, namun tidak akan terlalu merubah bentuk atau jati diri si Rio. Mungkin Rio akan berubah menjadi Ryo....
and they live happily ever after.............
Thursday, July 4, 2013
Jalan menuju kedewasaan part II
So let's get started. Sesuai petunjuk di post sebelumnya, gw akan lanjutkan pendapat gw mengenai apa itu kedewasaan.
Menurut gw yang membedakan orang yang dewasa dan yang gk dewasa adalah: Jejeng!
"tanggung jawab"
biasa banget yak? hahaha
Setiap orang pasti akan memegang tanggung jawab dalam hidupnya. Dari kecil gw sudah mendapat tanggung jawab untuk beli barang di warung.
Tapi bukan tanggung jawab ky gitu yang gw maksud. Tanggung jawab yang gw maksud adalah tanggung jawab atas diri sendiri secara penuh.
Sebagai seorang manusia, ada banyak aspek yang membentuk diri kita. Misalnya kesehatan, emosi, keputusan, keuangan, pendidikan, skill, jodoh, dll.
Dewasa artinya menyadari banget tiap aspek itu merupakan tanggung jawab pribadi yang harus diusahakan, bukan mengalir aja.
contoh:
1. banyak orang mau sehat tapi sedikit yang mengusahakan pola hidup sehat. Makan gak teratur, tidur telat, gak mau makan sayur dan buah.
2. Kalo pagi-pagi orang rumah udah ngoceh maka seharian bakal bete. Kalo pacar lupa nelpon otomatis bakal bete. Kalo pagi-pagi mo berangkat kerja ujan jd bete. Kalo lagi di jalan ada yang nyenggol bakal bete. Emosi dikendalikan oleh hal-hal dari luar diri.
3. Mau kaya tapi gk mau belajar cara jadi kaya. Diajak ikut seminar tentang uang ato cara nabung gk mau. Ngerasa udah ahli. Pokoknya kerja trus usahain gaji gk abis tiap bulan maka bisa mendadak jadi kaya. Ato merasa cara jadi kaya adalah dengan naik jabatan tertinggi dan gaji naik otomatis jadi kaya.
4. Jodoh: yang penting dapet orang baik. Gak usah muluk-muluk. gak usah cari yang sempurna.
Seseorang bisa aja dari lahir sampe mati cuma ngikut arus. Smua hal bergerak adalah bentuk dari respon dari luar. Apa yang membentuk kita saat ini adalah hasil dari lingkungan selama kita bertumbuh. Kita seakan membentuk diri kita hingga jadi seperti sekarang, tapi klo gw sendiri sering berpikir kalo misalnya dulu gw gak pindah ke jakarta, kalo gw gak aktif di gereja, kalo gw gak sekolah di Notre Dame, kalo temen-temen gw bukan yang sekarang. Mungkin gw gak akan nulis blog ini. Mungkin sekarang gw sedang di kantor ngetik laporan keuangan. Mungkin saat ini jg gw sedang merencanakan merid. Mungkin saat ini gw punya tabungan lumayan banyak, bukan cicilan yang banyak.
Tapi orang yang udah dewasa berbeda. Lingkungan emang akan berpengaruh banyak terhadap diri kita, tapi orang yang dewasa bertanggung jawab memilih lingkungan yang baik di mana dia mau tumbuh. Orang yang dewasa mengetahui tujuan hidupnya dan memilih semua hal dari luar yang dapat mendukung dan mendorongnya maju ke arah itu.
Orang yang dewasa akan mengusahakan sesuatu, tidak sebatas mengharapkan sesuatu.
Orang yang dewasa mengetahui dirinya. Mengambil peran penuh atas dirinya.
Orang yang dewasa adalah orang yang ANEH.
Saat orang lain dengan santai mengikuti arus air, orang dewasa akan berenang melawan arus dan setiap orang yang ngeliat dia bakal ketawain dan ngeledek usahanya.
Gw kenal banyak orang yang mengambil tanggung jawab atas dirinya. Tapi sayangnya gak semua bagian dari dirinya. Ada yang mengambil tanggung jawab atas tujuan hidupnya, tapi kurang perhatiin jadwal pribadinya, kesehatannya, relasinya, imannya.
Ada yang terlalu memperhatikan perkembangan imannya sampe melupakan aspek lainnya.
orang yang dewasa menurut gw adalah orang yang tau kalo gak ada 1 hal pun yang bisa dilepaskan. smua aspek harus diperhatikan dan dikembangkan dengan sadar.
aneh kan? aneh sekali. ribet. ngapain. mending ngikut arus aja kita hahaha~
Wednesday, July 3, 2013
1000 Pageviews!
1000 Pageviews! post gw sudah dibaca sebanyak 1000 kali XDXDXD
first I like to thank God for this moment from the beginning lalala~
buat blogger gede mungkin 1000 bukan angka yang fantastis, tapi buat blogger ky gw yg isi post nya gk mainstream dan banyakan gak ada arah, 1000 merupakan angka yang fantastis. apalagi bisa pas 1000 gk kurang gak lebih buat gw timingnya sangat pas hehehe~
Terima kasih utk pembaca setia yang gak tau kenapa kayaknya sih ada ya soalnya viewer per post biasanya sama berarti yang baca itu" aja dan setia membaca tulisan yang gw sendiri biasanya gk mau baca lagi abis di post soalnya berasa absurd :D
Semoga dibalik ke-absurd-an ini kalian mendapatkan sesuatu. Buat gw pribadi, tulisan di post ini menandakan perkembangan diri gw. Karakter, pendangan, dan kepribadian gw yang selalu berubah dan menurut gw berkembang dari hari ke hari. Banyak pemikiran baru yang muncul dan biasanya langsung gw tuliskan. Barusan juga gw beli sebuah memo kecil yang bisa gw bawa kemana-mana jadi setiap gw punya inspirasi gw bisa langsung catat karena jujur saja banyak inspirasi gw yg menguap karena gak langsung gw tulis, contohnya tadi pagi sebelum gw mau pergi, gw ada inspirasi tp sekarang udah lupa apaan itu tadi...
sebagai penutup, memo itu gw beli karena saran dari buku yang gw baca. katanya "ide itu umurnya pendek" jadi kalo ide itu muncul, segera tuliskan biar dia gak langsung mati. Untuk orang kayak gw yang hampir selalu mikir setiap saat, kadang ide yang kayaknya saat itu bagus akan hilang dengan mudah dan akhirnya gk sempat diwujudkan.
Sekali lagi thx buat yang sudah membaca. Semoga kita semua semakin berkembang menjadi lebih baik. God Blessss!!!
